Tuesday, 9 May 2017

Ngrembel Asri

One-Stop Recreation-Ngrembel Asri

 

Author said, "Bingung mau ke mana waktu liburan?

Nggak perlu bingung lagi, guys!!

Jalan-Jalan aja ke Ngrembel Asri..!!"

 

"Ngrembel Asri itu apa sih, Thor??" readers-nya nanya.

 

"Duh, belum tau Ngrembel Asri ya, Nak?! Yang belum tahu Ngrembel Asri ayo tunjuk kakinya!!"


"Thor, serius dikit napa? Saya beneran pengen liburan nih, Thor. Suntuk di rumah nih. Belum lagi PR sama tugas numpuk, bikin pusing pala berbi..."


"Mau tau aja, apa mau tau banget?"

 

"Author iihhh, jahat! Ngga jadi tanya ah..." reader-nya merajuk.

 

" Eits, tunggu dulu.... Bercanda kali... 

Oke Author bakalan jelasin apa sih Ngrembel Asri itu. 

Tapi, biar penjelasan Thor 'ngena' di hati kalian, Thor akan menjelaskan melalui sebuah cerita. So, cekidot, Guys...."




Pada suatu hari 

Ada seorang bapak yang sedang kebingungan mencari tempat liburan yang cocok untuk keluarganya. Anak-anaknya selalu menagih janji sang bapak untuk pergi jalan-jalan. Sang bapak ingin sekali melihat keluarganya senang dengan mengabulkan permintaan anak-anaknya. Tapi masalahnya cuma satu, sang bapak tidak punya waktu liburan berhari-hari, cuma satu hari saja, hari Minggu. Plus kalau sedang beruntung, libur tanggal merah. Jadi si bapak mulai mencari tempat liburan yang asik, nggak mainstream, dan yang penting nggak jauh dari rumah. Berhubung mereka tinggal di sekitar Kota semarang, maka sang bapak memutuskan untuk mencari tempat liburan di sekitaran Semarang saja.

Untuk lebih jelasnya, mari sebut saja si bapak dengan nama Adrian, anak-anaknya Bella (8 tahun) dan Devan (10), serta istrinya si bapak, Anisa.

"Ayah, kapan Ayah mau ngajak Bella, kak Devan sama Bunda liburan? Bella pingin liburan pokoknya... Ayah kan udah janji.."rengek Bella kepada ayahnya.

"Memangnya Bella mau liburan ke mana?"jawab sang ayah lembut sambil mengusap kepala putri kesayangannya itu.

"Bella maunya berenang, Yah... Bella mau main air."

"Devan nggak mau, Yah.. Devan maunya mancing aja. Lebih enakan mancing ikan daripada berenang. Kalau berenang 'kan kita yang jadi ikannya, Yah..."

"Ih kakak jahat!! Berenang kan asik, masa' disamakan kayak ikan!!"

"Loh, emang gitu 'kan, kenyataannya? Yang berenang di air itu namanya apa kalau bukan ikan?"

"Kakak nyebelin!! Hueee..."

"Udah, stop anak-anak.. Jangan berantem terus. Nanti ayah sama bunda akan cari tempat yang sesuai dengan kemauan kalian berdua," sang bunda, Anisa, melerai perdebatan kakak-beradik itu. Sang ayah cuma diam memikirkan mau dibawa kemana hubungan kita.. Eh, salah... Mau dibawa kemana keluarganya untuk jalan-jalan tanggal merah lusa.

Esoknya di kantor si bapak

"Kenapa muka Sampeyan kucel begitu, Mas Adrian? Ada masalah apa, kok sepertinya nggak bersemangat begitu ekspresinya.."tanya Bayu, teman sejawat Adrian.

"Bukan apa-apa sih, Mas Bayu... Saya cuma bingung mau ngajak anak-anak liburan ke mana. Dek Bella sama Devan minta di ajak jalan-jalan, tapi kemauan mereka beda banget. Yang satu kepingin berenang, satunya kepingin mancing. Kan Mas Bayu tahu sendiri kerjaan kantor numpuk, nggak bisa ditinggal. Kita cuma dapat libur aja cuma hari Minggu atau tanggal merah. Kalau saya nurutin Bella, Devan nanti kecewa. Pun sebaliknya. Saya pusing mikirinnya. Saya nggak ingin salah satu dari anak saya kecewa atas tempat liburan yang saya bakal pilih nantinya. Saya sayang dua-duanya." Adrian menjelaskan isi hati dan pikirannya kepada Bayu, berharap temannya itu peka akan perasaannya.

"Oh, begitu, toh... Saya kira masalah apa... hahaha. Begini, saya pikir saya punya rekomendasi tempat liburan yang asik buat keluarga. Lokasinya sih masih di area Kota Semarang dan kabar baiknya, tempat itu bisa memenuhi keinginan kedua anak Mas Adrian sekaligus. Bukan hanya itu saja, masih banyak fasilitas yang bisa dinikmati oleh pengunjung selain dua kegiatan tersebut. Bagaimana, apa bapak tertarik pergi ke sana?"

"Sepertinya menarik, Mas Bayu. Memangnya apa nama tempatnya? Lokasinya di mana? Terus fasilitas-fasilitas lain yang tersedia apa saja ya? Tolong saya dikasih tahu, dong.." tanya Adrian dengan antusias.

"Oke, Mas.. Nama tempatnya itu Ngrembel Asri. Lokasinya di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Semarang. Ngrembel Asri itu ....."

"Sebentar Mas Bayu, saya ambil buku catatan saya dulu. Mau sambil saya catat, takutnya lupa. Manusia kan tempatnya lupa, Mas, hehe.."

"Oke deh.."

Beberapa detik kemudian...
"Saya sudah siap nyimak, Mas.. Silakan dilanjut."

"Jadi, Ngrembel Asri itu tempat wisata sekaligus restoran. Cocok banget buat orang-orang yang mau kumpul bareng keluarga, hangout bareng teman, atau bahkan dijadikan tempat buat reunian. Boleh reservasi atau booking dulu. Kala mau tanya-tanya seputar Ngrembel Asri cukup menghubungi call centernya di nomor telepon (024) 6932278. Di sana tempatnya nyaman, adem, dan asri sesuai namanya. Buat para orang tua, ngajak anak mereka jalan-jalan kesana nggak ada ruginya, Mas. Seperti yang anak Mas Adrian mau, di sana ada kolam yang bisa dipancing ikannya. Terus ada kolam renang buat anak-anak juga. Jadi kita bisa ngawasin anak kita sambil makan di pondok-pondok yang ada di pinggiran kolam, atau bisa juga kita nemenin anak kita renang terus kalau sudah lapar kita bisa pesan makanan sama minuman. Bukan cuma itu saja, ada pula wahana-wahana yang pasti menarik minat anak-anak, seperti taman bermain, ayunan, mainan kereta-keretaan, sampai arena outbond. Di sana juga ada berbagai macam binatang yang dipelihara, ada ular, kuda poni, ayam, hamster, monyet, berbagai macam jenis burung, dan yang nggak boleh ketinggalan, ada kolam ikannya juga. Oh ya, tempat makan di sana cukup luas, jadi cocok banget kalau dijadikan tempat ngumpul keluarga besar, kumpul sama teman-teman kerja, atau bahkan reunian sama teman lama. Di sana ada aulanya juga, Aula Dino. Bisa untuk kumpul banyak orang." Bayu menjelaskan dengan terperinci.

"Oh, jadi Ngrembel Asri itu tempat wisata plus restoran ya, Mas. Saya rasa tempat itu sesuai dengan kriteria yang saya cari. Tapi saya belum pernah kesana, saya takut kesasar nih."

"Nggak usah khawatir nyasar, Mas, hahaha.. Memang lokasinya di pinggiran kota Semarang, tapi bukan di tempat terpencil kok, Mas Adrian. Kalau takut nyasar, kita bisa pakai Google Map, Mas. Tenang."

"Iya juga, sih.. Kenapa saya nggak kepikiran kearah sana, ya?Hahaha.."

"Oh iya, saya lupa ngasih tahu keunggulan tempat itu, Mas. 
Pertama, di Ngrembel Asri itu pelayanannya cepat, cuma memakan waktu maksimal 29 menit saja dihitung dari waktu kita pesan hingga makanan tersaji di depan kita. Saya sudah membuktikan sendiri kok, mas. Saya bandingkan dengan tempat makan yang serupa tapi memang Ngrembel yang paling cepat.

Kedua, meskipun di sekitar tempat makan ada kolam ikannya, tempatnya nggak bau amis kok. Beda sama pemancingan-pemancingan lain yang bau amisnya bikin mual. 

Ketiga, tempatnya bersih bebas sampah. Kalau Mas Adrian kesana coba deh keliling-keliling di sekitaran Ngrembel Asri. Nggak ada sampah-sampah berserakan di area itu. 

Terakhir, fasilitas di sana cukup lengkap. Ada Mushola untuk sholat, ada banyak toiletnya juga jadi nggak perlu mengantri panjang kali lebar. Nah, menariknya toilet yang ada di sana semuanya memakai teknologi otomatis. Saat pintu toiletnya ditutup, lampu otomatis hidup, dan sebaliknya. Dengan cara begitu, Ngrembel Asri ikut mendukung upaya untuk  penghematan energi. Lalu seperti yang saya ceritakan tadi, Ngrembel Asri itu paket lengkap. Ada tempat makan sekaligus tempat rekreasi untuk anak-anak," papar Bayu panjang lebar.

Adrian hanya mengangguk-angguk sambil mencatat poin penting yang di sebutkan Bayu. Lalu teringat satu hal paling penting yang tidak boleh tertinggal untuk ditanyakan kepada Bayu. Hal apakah itu?\
Jeng...Jeng...Jeng
MAKANAN

"Mas Bayu, makanannya bagaimana? Enak-enak nggak? Makanan itu elemen apling penting yang nggak boleh dilupakan, lho... Kan percuma tempatnya bagus, fasilitasnya lengkap, tapi makanannya nggak enak."

"Tenang saja Mas Bro, menu makanan di sana cukup lengkap kok. Ada olahan berbagai macam ikan, seperti bawal, gurame, karper, dan lele. Bisa dibakar atau digoreng. Lalu ada juga olahan sayurannya: kangkung, gudangan dan lalapan. Jangan lupakan gorengan yang pasti ada di setiap warung makan. Terus meskipun judulnya 'pemancingan', kita juga bisa pesan menu daging ayam, kok... Sambal Ayam.

Minumnya nggak cuma yang mainstream, es jeruk sama es teh, saja. Kita bisa pesan soda gembira, es sirup, dan sebagainya. Kita juga bisa request pakai es atau tidak, pakai gula atau tidak, semau kita."

"Wah, memang tempat liburan rekomendasi Mas Bayu menarik sekali untuk dikunjungi, ya. Nggak sabar saya buat kesana, memastikan dengan mata kepala saya sendiri tentang Ngrembel Asri. Terima kasih, Mas. Setelah pulang kerja saya bakalan bilang sama keluarga saya tentang Ngrembel Asri," ungkap Adrian.

"Nih, saya tunjukin foto-foto yang saya ambil di Ngrembel Asri kemarin. Sebagai bukti kalau apa yang saya bicarakan itu memang benar." Bayu memperlihatkan foto-foto yang ada di ponselnya kepada Adrian.



Arena Bermain
Kolam Renang
Aula Dino
Kuda Poni
Kereta Mainan
Area Outbond
"Bagus ya, tempatnya. Saya jadi nggak sabar pengen kesana."

"Jelas dan harus itu. Ngrembel Asri memang tempat yang cocok banget buat liburan. Pakat komplit untuk keluarga pastinya.!!"
Dan dengan begitu, liburan keluarga Adrian pun dilaksanakan di Ngrembel Asri.
 
 

"Gimana penjelasannya tentang Ngrembel Asri yang dikasih sama Mas Bayu? Jelas 'kan, ya?" Kata Author sambil menaik-turunkan alisnya nggak jelas.

 

"Jelas banget, Thor!! Tapi sayangnya saya nggak mau liburan kesana....."

 

 "Hloh, kok begitu sih.. Katanya  mau jalan-jalan menghilangkan penat, lelah, letih, lesu, badan pegal-pegal, masuk angin...."gerutu Author kesal.

 

"Bukan begitu, Thor..!! Maksud saya itu... Saya nggak mau liburan kesana kalau nggak dibayarin. Hahahaha..."

 

krik...krik...krik

 

 "Jadi intinya Guys, Jalan-Jalan ke NGREMBEL ASRI, yuk!!

Tempatnya dijamin cozy, nyaman buat kumpul-kumpul bareng keluarga, sahabat, kerabat, tetangga, pacar,.... gebetan asik juga, eh? hehehe :P

Orang Semarang yang belum pernah ke Ngrembel Asri, yuk buruan kesini!!

Ajak bapak, ibu, kakak, adek, anak, ponakan, pokoknya semua anggota keluarga kamu bisa!! 

Yang sedang jalan-jalan lewat Semarang, jangan lupa mampir kesini, yak?!

One-Spot Recreation - Ngrembel Asri, Recommended banget, lho!!"

 

 

Ngrembel Asri

Kel. Sukorejo, Kec. Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah

Telp. (024)6932278  



Tuesday, 25 April 2017

Narrative Text

Narrative Text

The Legend of Rawa Pening

http://wisataterbaru.com/wp-content/uploads/2016/09/rawa-pening.jpg


              A long-long time ago in the valley between Mount Merbabu and Telomoyo, there was a village named Ngasem. There lived a couple whose names were Hajar and Nyai Sekantala. They were very kindhearted and generous, so that the villagers were respecting them so much. Unfortunately, they had no kids. But, they never had a fought. Whenever a conflict came, they always did discussion to accomplish it.
              One day, Nyai Sekantala sat still in front of their house and day dreaming with a blank expression. Her husband approached her and asked her what was in her mind. She told her husband that she felt so lonely being there alone, especially when he had to go working. She thought that it would be better if there was a kid around them. She felt so sad and hoped that she had a kid. She wanted to rise a kid and took care of him with so much love. Ki Hajar felt very upset tears dropped from his eyes, looking the way his wife was crying. Then after that, he decided to go to the Mount Telmoyo’s slope to make a hope for God.It had been weeks, even months, Nyai Sekantala was waiting for her husband to comeback. She started worrying about him since he still didn’t come from his prayer. She was afraid if something happened to him.
              One day, she felt odd with her body. She had symptoms of pregnant woman and that was true. She was pregnant and months later, she gave birth. She had a shock because the child she gave birth was not human, but a dragon. Then she named her son ‘baru klinthing’, derived from her husband’s spear. Although Baru Klinthing was a dragon, he could speak like human. On the one hand, Nyai sekantala was happy. But in the other, she felt disappoint. She was afraid if the villagers caught her that she had a son who was not a human. Therefore, Nyai Sekantala raised his son secretly, hiding from the villagers. She planned to keep her son in Bukit Tugur, but firstly, she should take care of him so that he can reach that place easily.
              As the times go by, Baru Kinthing became a teenager. He asked her mother whether or not he had a father. She was shocked at that time, but she knew that it was the right time to tell Baru Klinthing the truth. She told him that his father’s name was Ki Hajar and now he was at the valley of Mount Telomoyo. She asked him to go there meeting his father. Baru Klinthing was feeling unsure that his father would accept him as his son, since his appearance was not as a human. She told him to take his father’s heirloom with him so that his father would know if he was his son. He needed a prove from Baru Kinthing that if he really his son, he would be able to encircle Mount Telomoyo and he did it. Then his father told him to do a meditation on the Tugur hill to get his human body someday.
              When Baru Klinthing did his meditation, his dragon body was caught and killed by the people of Patok village to be their prey. The villager made him as foods. Then, the human body was came there for asking food. They felt disgusted because of his odor and pissed him off. After that, he met an old woman and she gave him foods. He asked why the old woman didn’t join the party. She told that they also felt disgusted on her. Baru Klinthing then decided to give them a lesson. He went to their place and embedded a palm leaf rib on the ground. He challenged them to pull it. They were so arrogant and sure that it was a piece of cake. But the the reality was they cannot pull it from ground. Baru Kinthing himself pulled it and suddenly a lot of water emerged from the ground and drowned the village. After that, the village became a swamp and nowadays called ‘Rawa Pening’. Baru Klinthing turn again into a dragon and being the keeper of it.

Report Text

Report Text

Durian


              Durian is one of tropical fruits and it is the one and only fruit which has an International name ‘durian’. The botanical name of durian is Durio zibethinus and belongs to genus Durio. Durian is a native fruit of Indonesia and Malaysia. Its name ‘durian’ is derived from Malay-Indonesian languages word, duri, which means ‘spike’. Southeast Asian people often called durian as ‘the king of fruit’ because its strong odor, thick skin, and largr size.

              Durian tree can reach height from 25-50 meters depends on its species. The species of durian which had known currently are 30 species. Nine of those species had been identified as edible fruits: D. zibethinus, D. dulcis, D. glandiflorus, D. graveolens, D. kutejensis, D. macrantha, D. oxleyanus, and D. testudinarum; but, the most well-known among the is the Durio zibethinus one. Durio species flower once or twice in a year and it is seasonal, depends on the species.


            
 Durian fruit is a good source of carbohydrates and also contains significant amounts of protein and vitamin B and C. People often eat it directly or make it as many food products. In indonesia, the food products that made from durian fruit for example, dodol durian, lempok, tempoyak, kripik durian (durian chips), ice cream durian, and ketan durian.

Tuesday, 28 March 2017

Descriptive Text - Place



Descriptive Text

My Beloved Hometown

              I was born in Semarang. Semarang is the capital city of Central Java. It is one of some big cities in Indonesia.
               I have lived in Semarang for my whole life, nearly for 20 years. Although I already lived in there for years, I still don’t know much about Semarang. But there are some beauty places in Semarang that I know. There are some tourism places in here, many of them are very popular in Indonesia. The first place is ‘Tugu Muda’ which located in Simpang Lima. It is a statue that is very identical with Semarang. It is a symbol for commemorating the five-days battle in Semarang. The second place is ‘The Immanuel Protestan Church’, known by people as ‘Gereja Blenduk’, which is the oldest Protestant Church in Central Java. The next place that looks very awesome for me is Semarang State University, also known as Unnes. Yes, I’m a commuter. My college is in my hometown. Because I lived in Gunungpati, I think it is better if I am continuing my study at Unnes, one of the best college in Semarang. I choose Unnes because Unnes is just about 15 minutes from my house and I don’t have to live in the dormitory. Another reason is because I still can help my family everyday and not being separated from them. In spite of the three places that I had mentioned before, there are another interesting places in Semarang that pull many tourists, such as Lawang Sewu, Sam Poo Kong, Gua Kreo, and many more.
              I am very happy living in a very beautiful city named Semarang.

FINAL TASK-APPROACHES AND METHODS IN TESOL

APPROACHES AND METHODS IN TESOL This paper is submitted in partial fulfilment of Final Semester Task in TESOL. APPROACHES AND METHODS IN...